28.2.07

Rawon Setan akan hijrah ke Kota Kembang?


foto: dapurgue

Apakah Anda pernah dengar Rawon Setan? Kalau belum, menurutku, inilah nasi rawon yang paling enak di seluruh dunia! Kebetulan, saya pernah mencobanya sekira satu bulan lalu di Surabaya. Rasanya woww...."nendang" dan "mak nyooosss" - meminjam istilah Pak Bondan Winarno yang konon tergila-gila sama sop daging sapi berkuah hitam kelam ini.

Saat Anda bertandang ke Kota Buaya rasanya memang belum lengkap kalau tidak mencicipi nasi rawon yang namanya menyeramkan ini.

Namun, akhir-akhir ini beredar kabar burung bahwa Rawon Setan akan pindah ke Kota Kembang. Wah, kejutan apa pula ini? Setelah menelisik sana-sini, rupanya sang pemilik Rawon Setan memang akan membuka stand di Festival Jajanan Bango 2007 yang bakal digelar di Bandung pada 3 Maret mendatang - tepatnya di Lapangan Gasibu. Rupanya si Rawon Setan tak sendirian. Ia akan ditemani pula oleh Ketoprak Ciragil, Nasi Uduk-Laksa Betawi Babe Saman (Kebon Kacang), Rujak Cingur Sedati (Surabaya), dan tak ketinggalan Soto Udang Kesawan dari Medan.



----------------------------

http://kecap-bango.blogspot.com

Sphere: Related Content

27.2.07

Suka jajan di luar? Cek dulu dapurnya!



Anda sering jajan di luar, di warung tegal, misalnya? Cobalah sempatkan untuk mengecek dapurnya. Siapa tahu ada sayuran yang ditaruh di toilet ...:))))



http://kecap-bango.blogspot.com

Sphere: Related Content

"Festival Jajanan Bango 2007" di Bandung




Friends,

Ke bandung yukk ..

Cobain deh makanan & jajanan khas Parahyangan dan daerah lain warisan nenek moyang kita yang ada di Nusantara ini.

Kita ketemuan di Gasibu ya.............

See u ..

Novi--


-------------------------------
http://kecap-bango.blogspot.com

Sphere: Related Content

26.2.07

Festival Jajanan Bango hadirkan aneka makanan dan jajanan khas kota Bandung





KECAP Bango akan menyelenggarakan festival makanan dan jajanan tradisional ”Festival Jajanan Bango” (FJB) pada Sabtu 3 Maret mendatang di Lapangan Gasibu Bandung, pukul 11.00- 22.00 WIB. FJB akan diramaikan para pedagang makanan lokal kebanggaan Kota Bandung. Para pedagang makanan tradisional dari Jakarta, Surabaya, dan Medan juga akan turut hadir di festival ini. FJB menjadi ajang ”wajib” bagi para pecinta makanan!

Ikon Kota Bandung tidak lepas dari keberadaan Bubur Ayam Mang Oyo Tea. Istilahnya, urang Bandung moal bireuk ka Mang Oyo Tea. Mang Oyo (67), Pendiri sekaligus Pemilik Bubur Ayam Mang Oyo Tea, gemar membuat singkatan-singkatan bodor, ditampilkannya sebagai nama yang digunakan pada sajian menu bubur. Misalnya bubur ayam apel (ati-ampela), atel (ayam-telur), atelpin (ayam-telur-pindang), dan acak (ayam-cakue). Ke-khas-an Bubur Ayam Mang Oyo Tea terletak pada kekentalan dan rasanya yang gurih.
Mang Oyo yang asli Majalengka ini, tidak menyangka akan menjadi pedagang bubur ayam. Pada tahun 1965 berjualan bubur lemu dan bubur pacar. Mulai berjualan bubur ayam yang awalnya encer di tahun 1976. Dengan prinsip bahwa Tuhan tidak akan mengubah nasib tanpa usaha, Mang Oyo terus berusaha memperbaiki resep bubur ayam yang diraciknya sendiri, dan akhirnya menemukan apa yang disebutnya ”resep sejati” pada tahun 1987, saat selesai shalat tahajud.

Kecap Bango jadi bagian dari ”resep sejati” ini. ”Kecap Bango ke seluruh masakan itu cocok. Rasanya lebih gurih, jadinya lebih enak,” ujar Mang Oyo.
Awal berdirinya, Bubur Ayam Mang Oyo Tea berlokasi di Jalan H Wasyid depan RS Sartika Asih. Sekarang ini Bubur Ayam Mang Oyo Tea yang asli punya Mang Oyo menyebar di enam area Kota Bandung, seperti di Gelap Nyawang ITB, Sulanjana 30, Surya Sumantri Maranatha, Kantin Bengkok ITB, Surapati 63, dan Tubagus Ismail 45. Buka mulai pukul 06.00 - 20.00 WIB.

Hebatnya, dari seluruh outlet Bubur Ayam Mang Oyo Tea, dalam sehari bisa laku 400 porsi. Beken di kalangan selebriti, pejabat dan tokoh masyarakat lainnya. Kalau kata Mang Oyo mah, ”Bubur sejuta umat, dimakan saha wae, kahontal ku sagala golongan.”

Desi (22) dan Ayu (21) sering makan Bubur Ayam Mang Oyo Tea karena komplit, bikin kenyang dan enak di lidah. Desi yang menyukai rasa manis mengungkapkan kecap yang digunakan Mang Oyo pas di lidah dan tidak terasa pahit. ”Pas manisnya, tidak berlebihan,” kata Desi.

Aikon jajanan lainnya adalah Sate Kardjan yang sudah ada di Bandung sejak 1970. Sejak tahun 2005, Sate Kardjan buka di Paskal Hypersquare Blok A No. 16 dengan beberapa cabang di Jalan Merdeka (Soes Merdeka), Sulanjana, Buah Batu, Lodaya, dan terusan Buah Batu.

Sate Kardjan merupakan usaha turun temurun yang sesungguhnya dimulai oleh Kardjan di Klaten pada 1925, demikian diungkapkan Wulandari, Pengelola, Pemilik, sekaligus cucu dari Kardjan. Ciri khas Sate Kardjan tidak bisa dilepaskan dari bumbu kecap dan kacang yang digunakan. Dengan resep racikan sendiri ditambah Kecap Bango, menjadikannya nikmat dan beda dari yang lain. Wulandari menambahkan bahwa Sate Kardjan setia menggunakan Kecap Bango karena lebih kental, rasanya pas, dan juga ekonomis.

Hampir 1000 tusuk sate kambing bisa habis terjual dalam sehari, dan itu hanya dari outlet Sate Kardjan di Paskal Hypersquare saja. Menu lain yang menjadi ciri khas Sate Kardjan adalah buntel, tongseng, dan nasi goreng.

Salah satu pengunjung, Ana (23) mengungkapkan bahwa menu favoritnya adalah sate kambing bumbu kecap. ”Kalau cari sate kambing pasti ke Sate Kardjan. Enak dan bumbu kecapnya pas di lidah,” ungkapnya.

Pengelola sekaligus salah satu pemilik Mie Kocok SKM, Anto Suwarto, menceritakan bahwa Mie Kocok SKM terus berkreasi agar bisa bertahan dari gempuran pesaing, mengingat banyaknya pilihan tempat makan di Bandung. Banyak hal diperbaiki, tapi satu hal yang tidak berubah adalah Mie Kocok SKM yang ”dipermanis” dengan Kecap Bango.

Mie Kocok SKM yang berlokasi di Jalan Sunda 38 Bandung, telah berdiri sejak 1970 dengan cara berjualan di kaki lima. Mulai punya tempat sendiri sejak 1983. Ide berjualan mie kocok merupakan ide dari Sukirman, pendiri Mie Kocok SKM. Bahkan nama ”SKM” diambil dari singkatan nama Sukirman sendiri. Sukirman mengolah dan meracik sendiri resep mie kocok-nya, dibantu delapan (8) orang anaknya.

Lezatnya rasa Mie Kocok SKM dikarenakan penggunaan kaki sapi asli untuk kaldu dan tidak menggunakan campuran lainnya sehingga kaldu lebih terasa, dari aromanya tercium kenikmatannya. Tidak heran dalam satu hari bisa terjual lebih dari 200 mangkok mie kocok. Mie Kocok SKM buka setiap hari pukul 09.30 – 21.30 WIB.
Tidak hanya mie kocok, mie baso termasuk jenis jajanan yang banyak digemari. Salah satu tempat makan mie baso di Bandung adalah Warung Lela (Wale) di Jalan Kupa No. 6 Kompleks Rancakendal Bandung. Wale buka pukul 09.00 – 22.00 WIB.

Vera, Pengelola sekaligus juga Pemilik dari Wale berbagi cerita kalau pada awalnya di tahun 1997, niat berjualan di kompleks dengan resep olahan ibunya, Lela Sari. Hasil dari coba-coba ternyata berhasil dan berkembang.

Menu unggulannya adalah yamien manis. ”Setidaknya dalam sehari bisa laku terjual sampai 100 mangkok,” ujar Vera. Tidak hanya itu, menu lainnya juga jadi ”sasaran” para penggemar baso Wale, seperti mie baso kuah, yahun manis-asin, mie ayam jamur, dan mie ayam rica-rica. Yang kesemuanya rata-rata menggunakan kecap manis. Tidak heran dalam sehari bisa habis berbotol-botol Kecap Bango.

Vera mengungkapkan, yamien manis Wale banyak digemari dibanding menu lainnya, dikarenakan rasa manis yang sesuai selera kebanyakan orang. ”Pilihan ibunya untuk menggunakan Kecap Bango memang tidak salah. Rasa manisnya pas di lidah,” paparnya.
Tidak hanya aneka mie dan baso, Wale juga mengembangkan menu baru seperti nasi lidah, yang juga menggunakan Kecap Bango. Selain itu, tersedia juga nasi tim dan sop buntut. Inovasi menu dilakukan dengan resep asli hasil racikan sendiri.

Saat ditemui sedang menikmati menu Wale bersama keluarganya, Nurmala (27)
mengungkapkan bahwa Wale merupakan tempat makan favoritnya. Tidak hanya yamien manis, Nurmala juga menyukai nasi tim ayam dan sop buntut. ”Rasa masakan di Wale pas di mulut, saya selalu berkunjung setidaknya tiga kali dalam sebulan,” tuturnya.
Tidak hanya Bubur Ayam Mang Oyo Tea, Sate Kardjan, Mie Kocok SKM, dan Warung Lela yang akan berpartisipasi dalam FJB, para pedagang makanan khas lokal Bandung lainnya juga akan ikut partisipasi, seperti : Aneka Pepes Jl Indramayu, Batagor & Es Cendol Elizabeth, Batagor Riri, Siomay & Es Bungsu, Gado-gado Teuku Angkasa, Kantin Sakinah, Kupat Tahu Gempol, Lomie Imam Bonjol, Lontong Kari Gg Kebon Karet, Mak Uneh, Martabak Jepang, Martabak San Fransisco, Nasi Bakar 15, Nasi Goreng Lodaya, Nasi Timbel Istiqomah, Nasi Tutug Oncom Saparua, RM Manjabal, Sate Hadori, Sate Maranggi, Soto Bandung Ojolali, Sop Kaki Kumis Banceau, Warung Kopi Ranca Kendal, Kafe Enjoy, Es Goyobod, Serabi Imut Setiabudhi, Warung Bawal Reds Dipo, Nasi Kuning Pasir Koja, dan Aneka Jajanan Khas Bandung. Pokoknya berbagai makanan tradisional yang enak-enak akan hadir di FJB ini.

Tidak ketinggalan Bango menghadirkan berbagai makanan top dan kondang dari beberapa kota lain seperti makanan khas ala Jakarta diwakili Ketoprak Ciragil dan Nasi Uduk-Laksa Betawi Babe Saman. Hadir pula Rawon Setan dan Rujak Cingur Sedati dari Surabaya. Tidak ketinggalan Soto Udang Kesawan dari Medan. Mereka didatangkan langsung dari kotanya masing masing khusus untuk FJB Bandung ini. Benar benar kesempatan langka, jadi jangan sampai nggak nyobain.

Bagian dari rangkaian acara, akan ada kompetisi para peserta untuk dekorasi terbaik dan jasa terbaik (kecepatan dan kebersihan). Tidak hanya itu, Koki Bango akan demo memasak, adanya area bermain untuk anak-anak, serta tampilnya berbagai kesenian tradisional seperti debus dan pertunjukan band kontemporer ”Markus Band”. Para pengunjung akan dihibur oleh kuis dan games, diramaikan MC Bintang Lazuardi dan Fitri Ardan. Nantikan kehadiran FJB di Bandung!

Tidak hanya Bandung, FJB juga akan hadir di kota-kota besar lainnya : Taman Suryo Surabaya pada 5 Mei, Senayan Jakarta pada 30 Juni, Lapangan Benteng Medan pada 1 September, dan Benteng Rotterdam Makasar pada 1 Desember. Jangan sampai terlewat!


Pikiran Rakyat - 26 Februari 2007

----------

http://kecap-bango.blogspot.com

Sphere: Related Content

25.2.07

Dahlia FM: Lomba masak Kecap Bango



Team Off Air Radio Dahlia selalu menghadirkan kegiatan-kegiatan acara di Kota Bandung, bahkan di luar kota Bandung. Lebih dari sekedar event organizer, kami memposisikan diri sebagai problem solver bagi para mitra bisnis yang memerlukan promosi di berbagai tempat, mulai konsep kegiatan, perencanaan, mekanisme kegiatan, persiapan, hingga ke pelaksanaan acara.


CATATAN OFF AIR RADIO DAHLIA:

LOMBA

Mini Kreasi Ibu Royco
Gerak Jalan Sensasi Biru Indonesia
Lomba Masak Kecap Bango
Tari Kreasi Modern
Lomba Pukul Bedug
Festival Band Dahlia
Lomba Karaoke Dahlia
Lomba Mirip Bintang


TIM OFF AIR
Off Air Manager Iwan Ernawan
Staff Off Air John Ferari
Off Air Activities Elvan Yusmansyah
Admin Off Air Lesti Lestiana
OB Van Crew Bagus & Tono
Branding Jerry & Tatan

INFORMASI OFF AIR
Telepon 022 - 7314097
Email offair@dahliafm.com

http://dahliafm.com/offair.php

---------------------------------
http://kecap-bango.blogspot.com

Sphere: Related Content

24.2.07

Foto bareng botol Kecap Bango!



Lokasi: Puncak, Jawa Barat

http://myshant.multiply.com/photos/photo/51/19.jpg

-------------------------

http://kecap-bango.blogspot.com

Sphere: Related Content

Opini Kecap Bango

Daftar Opini:
Diurutkan berdasarkan:
Tanggal
Nilai Overall

Mutu Opini
Jumlah Dibaca
Bango Kecap terakhir di dunia Sebuah opini tentang Kecap Bango oleh sagungyuli Denpasar (23.02.2007 11:13)Kelebihan: Memang enak aja
Kekurangan: Hampir ga ada tuh
Baru kenal langsung jatuh cinta deh... Suami adalah penikmat kecap manis. Tiap makan apapun pakai kecap bahkan makan sayur urab pake kecap, bahkan maka... baca selengkapnya
The Most Perfect Ketchup in The World Sebuah opini tentang Kecap Bango oleh bluefire Muaracipinang (18.02.2007 09:11)Kelebihan: Manis alami, tidak merusak rasa, kental, tidak terasa bahan kimia
Kekurangan: Kalo udah terbukti no. 1, gak usah dikomplain lagi
Kecap ini sudah lama ada. Keluarga saya juga sudah lama pakai. Sepertinya ada yang aneh dengan kecap ini. Enak sekali. Waktu kecil saya tidak tahu kenap... baca selengkapnya
Rasanya khas Sebuah opini tentang Kecap Bango oleh fad86 Bandung (23.01.2007 23:10)Kelebihan: Enak, rasanya khas
Kekurangan: belum ada
Keluarga saya sudah lama sekali menggunakan kecap ini, bahkan sejak saya masih kecil. Sewaktu saya kecil, saya sangat menyukai kecap ini. Bahkan hampir... baca selengkapnya
Rasanya Mak Nyus Sebuah opini tentang Kecap Bango oleh diah_ap Jakarta (22.01.2007 10:18)Kelebihan: mantap
Kekurangan: -
Tanpa kecap menurut saya pribadi rasa makanan dan masakan akan terasa kurang mantap. Apalagi untuk masakan berdaging semisal sate, semur, tongseng dan g... baca selengkapnya
Yang Enak Yang Bangonya Satu Sebuah opini tentang Kecap Bango oleh arik Jakarta (08.01.2007 08:46)Kelebihan: kental, manis, enak deh pokoknya
Kekurangan: selama ini belum ada
Waktu kecil saya maniak sama kecap. Apalagi ibu saya sudah menggunakan kecap bango sejak dulu. Saya pun ingat akan masa kecil yang hanya mau makan nasi... baca selengkapnya
Kecap enak dan ndak tidak mengandung kolestrol . Sebuah opini tentang Kecap Bango oleh azzams Jakarta (10.12.2006 10:35)Kelebihan: Enak, gurih dan lezat.
Kekurangan: Kurang tahu.
Yach... kecap yang satu ini emang ndak seperti kecap yang lain, ia amat gurih dan lezat, istri saya selalu merekomendasikan kecap ini kalo saya mau beli... baca selengkapnya
masakan jadi lebih enak Sebuah opini tentang Kecap Bango oleh any_08 Jakarta (09.12.2006 15:23)Kelebihan: manis kental
Kekurangan: agak mahal
Saya suka makan makanan sejenis semur, untuk memasaknya yang pasti harus menggunakan kecap, dan kecap yang saya gunakan adalah kecap bango ini. Pertama... baca selengkapnya
Beda dari yang lain Sebuah opini tentang Kecap Bango oleh dhirasam DKI Jakarta (28.01.2004 17:36)Kelebihan: ciri khasnya lain dari yang lain
Kekurangan: kurangnya promosi guna meningkatkan penjualan diantara produk kecap yang ada didalam dan luar negeri
kecap bango sudah terkenal dari dulu karena keistimewahannya berbeda dari yang lain. banyak orang yang telah mencoba menggunakan kecap bango hasilnya l... baca selengkapnya
Kesan Pertama Sebuah opini tentang Kecap Bango oleh ollie81 Jakarta (19.10.2006 07:54)Kelebihan: kental, manisnya enak banget, gurih
Kekurangan: kurang variatif jenis kemasannya
Pertama kali dikenalin ma teman saya, katanya orang tuanya tidak mau makan kecap kecuali kecap cap Bango!Saya heran, kok segitunya sih?Karena menurut sa... baca selengkapnya
Bango Memang Kecap sehat Sebuah opini tentang Kecap Bango oleh apriel Jakarta (11.06.2006 20:36)Kelebihan: sehat, kental, mantap, terjangkau, manis
Kekurangan: cenderung mahal
Saya sudah tahu kecap bango sejak Saya kecil, namun Saya menggunakan kecap bango baru beberapa bulan (hampir setahun). Maklum, sejak kecil di keluarga...


baca selengkapnya



http://kecap-bango.blogspot.com

Sphere: Related Content

6.2.07

Unilever: CSR, adalah cara kami menjalankan bisnis

Lebih 70 tahun mengembangkan usaha di Tanah Air, PT Unilever Indonesia terbukti melakukan corporate social responsibility (CSR) yang sesungguhnya. Melalui Unilever Peduli Foundation (UPF), perusahaan raksasa ini tak sebatas memberikan hibah dana melalui CSR. Itu karena Unilever justru menjadikan CSR salah satu alat mengembangkan usahanya, selain memang disadari adanya keharusan sebuah kegiatan bisnis mengembalikan sebagian keuntungannya kepada masyarakat luas. Berikut ringkasan wawancara dengan General Manager Unilever Peduli Foundation, Okti Damayanti.

Melaksanakan CSR tak sekedar membagi dana, apa yang sebenarnya dilakukan?
Unilever, melalui UPF tak akan hanya memberi uang. Banyak pihak yang sebatas memberi bantuan lalu mengklaim telah melaksanakan CSR. Bagi kami, CSR harus bermanfaat buat masyarakat luas sekaligus menjadikan perusahaan lebih kompetitif. CSR is our way of doing business (CSR adalah cara kami menjalankan bisnis). Karena menjadi cara, konsep CSR kami harus berkait dan saling menguntungkan antara masyarakat dan perusahaan. Jangan CSR dilakukan untuk menutupi dosa perusahaan. Karenanya kami mengelompokan aktivitas CSR menjadi tiga bagian utama, kegiatan kemasyarakatan, kegiatan berkait dengan operasi perusahaan dan bahkan kami menjadikan masyarakat salah satu mata rantai usaha Unilever.

Contohnya?
Ada program Jakarta Green and Clean. Ini jelas CSR yang penuh idealisme. Juga kami melakukan kampanye penanggulangan AIDS dan ajaran mencuci tangan yang benar, misalnya. Kami juga mengader masyarakat untuk tahu dan sadar kebersihan lingkungan. Juga ada pembinaan petani kedelai hitam. Apa urusannya kami dengan AIDS? Kalau itu pertanyaannya, rasanya salah. Sebab kami peduli terhadap generasi muda bangsa ini. Melalui kegiatan media and school campaign, donasi dan menjelenggarakan acara anak muda, sebagai contohnya, terbukti CSR kami bisa bermanfaat banyak. Kami gunakan Close Up sebagai media kegiatan tersebut. Dengan tagline brani ngomong, brani buktiin kami terbukti bisa mengajak lebih 70.000 anak muda di empat kota besar (Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta) komit untuk memerangi AIDS. Dengan memakai Kecap Bango kami berhasil membina petani yang menggarap lebih 600 hektar kedelai hitam hingga mengontribusikan sekira 30 persen kebutuhan produksi kecap Bango. Banyak lagi yang lain.

Jadi CSR Unilever, harus berujung pada keuntungan perusahaan?
Bukan begitu melihatnya. Justru sebaliknya. Kami harus ikut membangun bangsa, menciptakan lapangan pekerjaan dan kesempatan berkarya bagi rakyat. Hasilnya dapat kami beli, misalnya. Soal kedelai hitam, Unilever bisa saja impor. Selesai, kami bisa memenuhi kebutuhan produksi. Tapi kami ingin menciptakan kesempatan petani berkarya dan hasil panennya kami tampung untuk memenuhi kebutuhan bahan dasar kecap. Kami menjalankan CSR bukan semata memberi dana. Tapi CSR adalah justru kegiatan yang menguntungkan rakyat sekaligus dapat menciptakan keuntungan bagi perusahaan. Kalau hanya memberi bantuan pasti ada batasnya. Saat perusahaan krisis, CSR berhenti. Ini tidak, perusahaan justru dibangun dan besar bersama rakyat. Kami menerapkan coporate social leadership responsibility.

Mana program yang lebih dikembangkan?
Kami sudah menyentuh masalah social, economy, environment bangsa ini. Kami menyebutnya SEE. Maka CSR kami adalah proyek jangka panjang, sama dengan cita-cita membuat perusahaan ini tetap ada dan besar. CSR bukan media promosi. Kalau itu hanya akan jangka pendek. Sebab dengen CSR justru akan membuat perusahaan tak sebatas populer, tetapi dicintai masyarakat karena berbuat banyak bagi mereka. Pendeknya, strategi CSR kami adalah adanya relevasni dengan kebutuhan bangsa, menjadi model, dan dikembangka dengan kemitraan serta akhirnya akan terus direplikasikan kepada masyarakat lebih luas.

Apa bisa program besar CSR Unilever itu dikerjakan mandiri?
Tidak mungkin bisa. Karena itu kami selalu mengandeng pihak lain yang memiliki kepedulian sama. Karena dari strategi kami yang berupa konsep diatas kertas itu kami harus bisa mengimplementasikan dimulai dengan bermimpi besar, namun memulai dengan yang tepat guna, yang akhirnya pasti akan mudah menjadi model hingga replikasinya cepat berkembang.

(bid)

http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=281556&kat_id=439

http://kecap-bango.blogspot.com

Sphere: Related Content