20.7.07

Bango Food Festival 2007 Preserving the Indonesian Culinary


press conference

Festival Jajanan Bango/FJB (Bango Food Festival) organised this year was another success. The basic objective is to invite the society to preserve the Indonesian culinary.

FJB has been conducted in Surabaya, Bandung, Jakarta and finally Medan. FJB Jakarta has involved 45 hawkers which presented all kinds of typical Betawi foods.

Senior Brand Manager Bango, Pak Heru Prabowo said that using FJB, Bango invite the society to remember all the traditional foods enjoyed by generations, which are now cornered by the fast food. We would like to remind them of the richness of the Indonesian culture, especially its cuisine. Quite a number of the traditional Indonesian food use soya sauce, especially the sweet one, it has become an important ingredient. Bango will add flavour richness to foods both as ingredient or as topping, said Heru.

We are so pleased to see the enthusiasm of the society and hawkers in this event. Not only mothers, but fathers, young people and small children participated. This is in line with FJB’s positioning to provide entertainment for every member in the families, Heru added.

hawker preserving 'kerak telor'

As a token of appreciation to the hawkers, at the end of the programme Bango presented prizes to the best decoration and best service hawkers. The winner received Rp 5 million in cash and the first runner up Rp 3 million in cash.

www.unileverindonesia.com

Sphere: Related Content

16.7.07

Sleman gelar Wisata Kuliner

Senin, 16 Juli 2007 09:15.15 WIB
Harry - Wisatanet.com


16 macam masakan Soto dari berbagai daerah di Nusantara, ikut memeriahkan acara Gelar Wisata Kuliner Sleman 2007 di Taman Wisata Kuliner Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Minggu (15/7).

Dalam acara yang pesertanya para mahasiswa luar DIY menampilkan jenis masakan Soto asal daerah masing-masing dan memperoleh perhatian besar dari warga setempat.

Media-Indonesia.com melaporkan, pada kesempatan itu, Kasi Sarana Usaha Jasa Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sleman, Sunarto mengemukakan bahwa, jenis masakan Soto dipilih menjadi topik kegiatan itu karena pertimbangan bahwa hampir di tiap daerah di nusantara memiliki masakan tersebut.

"Masakan Soto mewakili keberagaman masyarakat Indonesia. Untuk itu, kegiatan ini selain bertujuan memasyarakatkan Taman Wisata Kuliner di Sleman. Juga untuk memfasilitasi warga asal luar daerah yang kini bermukim di Sleman, bisa menikmati lagi Soto asal daerahnya sendiri," ujarnya seperti dikutip media-indonesia.com.

Wakil Bupati Sleman Sri Purnomo, mengatakan bahwa kegiatan ini diharapkan menjadi sarana pendukung pendidikan kuliner, menginat Sleman adalah daerah tujuan pendidikan bagi para pelalar dari berbagai daerah di Indonesia.

"Melalui kegiatan semacam ini diharapkan wawasan masyarakat di daerah ini lebih berkembang melalui wisata kuliner tersebut," ujar Sri Purnomo di depan ratusan pengunjung.

Salah seorang pengunjung, Paulus mengatakan bahwa di acara itu dirinya mencoba bermacam masakan soto, seperti dari Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah dan Banyuwangi, Jawa Timur.

"Saya sekarang baru tahu jika banyak berbagai macam jenis masakan Soto di nusantara ini. Citarasa masakan serba soto itu ternyata juga cocok dengan lidah saya," kata warga asal Bantul, DIY.

Sumber: media-indonesia.com

Sphere: Related Content

15.7.07

Bango Food Festival 2007 Preserving the Indonesian Culinary

Festival Jajanan Bango/FJB (Bango Food Festival) organised this year was another success. The basic objective is to invite the society to preserve the Indonesian culinary.

FJB has been conducted in Surabaya, Bandung, Jakarta and finally Medan. FJB Jakarta has involved 45 hawkers which presented all kinds of typical Betawi foods.

press conference


Senior Brand Manager Bango, Pak Heru Prabowo said that using FJB, Bango invite the society to remember all the traditional foods enjoyed by generations, which are now cornered by the fast food. We would like to remind them of the richness of the Indonesian culture, especially its cuisine. Quite a number of the traditional Indonesian food use soya sauce, especially the sweet one, it has become an important ingredient. Bango will add flavour richness to foods both as ingredient or as topping, said Heru.

We are so pleased to see the enthusiasm of the society and hawkers in this event. Not only mothers, but fathers, young people and small children participated. This is in line with FJB’s positioning to provide entertainment for every member in the families, Heru added.


hawker preserving 'kerak telor'


As a token of appreciation to the hawkers, at the end of the programme Bango presented prizes to the best decoration and best service hawkers. The winner received Rp 5 million in cash and the first runner up Rp 3 million in cash.


http://www.unileverindonesia.com/ourcompany/newsandmedia/latest_news/BangoFoodFestival2007PreservingtheIndonesianCulinary.asp



Sphere: Related Content

9.7.07

Oleh-oleh dari tim Bango Cita Rasa Nusantara ke Yogyakarta

Dear Bango Mania,

Berikut oleh-oleh dari tim Bango Cita Rasa Nusantara (BCRN) saat shooting ke Yogyakarta, untuk mengisi episode 38, 39 dan 40.

Tim BCRN berkunjung ke:

- “Omah Dhuwur” Jl. Mondorokan 252, Kota Gede untuk menikmati tongseng kambing khas Kota Gede

- “Gudeg Yu Djum”, Jl. Kaliurang Km.5 Gang Sikatan No.2 untuk menikmati gudeg khas Yogyakarta

- “Bebek Kremes Wong Jogja” Jl. Kaliurang Km 5 (utara selokan Mataram UGM),

- Lotek dan Gado-Gado Bu Bagyo Colombo, Jl. Moses Gatot Kaca 3, Yogyakarta

- Rujak Es Krim, Jl. Harjowinatan (belakang Paku Alaman), menikmati rujak serut campur es krim.

- “Sekar Kedhaton” Jl. Tegal Gedu 28, Kota Gede, menikmati steik buntut, terancam, es secang

- “Warung SS”, Jl. Monjali/Kaliurang Km 5, Yogyakarta, menikmati belut goreng dan aneka macam sambal (sambal belut, sambal brambang).

- “Bacem Kepala Kambing” Jl. Kaliurang Km 7, Pasar Kolombo, Babatan Baru, Yogyakarta, menikmati bacem otak, bacem lidah

- Soto Kadipiro Lama, Jl. Wates No.33, Yogyakarta

- Berkunjung ke pengrajin perak di Kota Gede

- “Sendang K Pitoe” Kawasan Budidaya Udang & Ikan, Sendangrejo, Minggir, Sleman, menikmati Udang bakar madu, udang goreng saos tiram

- Berkunjung ke petani kedelai hitam di Gunung Kidul

- “Bakmi Kadin” Jl. Bintaran Kulon No.3, Yogyakarta, menikmati bakmi Jawa dan bajigur.

- Kopi Bakar, Jl. Mangkubumi, Yogyakarta, menikmati kopi dicelup arang

Sphere: Related Content

Yuk, ngeblog bareng Kecap Bango.......




Ikuti "Bango Bloggers Contest" di ajang "Festival Jajanan Bango 2007"

Dalam rangka pelaksanaan "Festival Jajanan Bango 2007" (FJB 2007), PT Unilever Indonesia Tbk menggelar berbagai macam lomba, dimana salah satunya adalah "Bango Bloggers Contest". Lomba penulisan online yang memperebutkan "FJB Award" ini khusus ditujukan untuk para blogger Indonesia. Lomba penulisan ini sebagai bentuk apresiasi dari Kecap Bango kepada para blogger di Indonesia yang ikut berperan serta dalam mengangkat citra aneka makanan tradisional dan jajanan khas Nusantara melalui media weblog di internet. Untuk itu, Kecap Bango mengundang rekan-rekan blogger kiranya dapat ikut berpartisipasi dalam lomba penulisan secara online ini.

Anugrah "FJB Award" merupakan salah satu segmen kegiatan dalam road show "Festival Jajanan Bango", dimana acara yang dikemas secara spektakuler ini digelar di 4 kota (Bandung, Surabaya, Jakarta, Medan), sejak Maret 2007 hingga September 2007 mendatang.

Tema

"Bango Bloggers Contest" kali ini mengangkat tema "Nikmatnya Bersantap di Festival Jajanan Bango 2007: Sebuah Pengalaman Yang Menyenangkan", dan terbuka untuk diikuti oleh para blogger dimana saja berada.

Kriteria lomba

• Untuk dapat mengikuti lomba ini, Anda diperkenankan mengunjungi dan meliput acara "FJB 2007". Pilih salah satu kota terdekat dimana Anda kini bermukim: Bandung, Surabaya, Jakarta atau Medan. Bagi Anda yang tidak sempat berkunjung ke ajang "FJB 2007", dapat melakukan peliputan di gerai-gerai penjaja makanan dan jajanan yang pernah mengikuti FJB.

• Saat tiba di lokasi, daftarkan diri Anda di tenda "Media Center". Meja pendaftaran dibuka mulai pukul 14.00 WIB hingga 17.00 WIB. Untuk pendaftaran peserta tidak dipungut biaya apapun.

• Isi blog yang Anda tuliskan menggambarkan suasana kegiatan yang digelar oleh Kecap Bango pada tahun ini, yaitu "Festival Jajanan Bango 2007".

• Isi blog mengkomunikasikan acara yang digelar oleh Kecap Bango dalam penyajian yang menarik, dengan gaya penulisan hendaknya mengikuti kaidah jurnalistik dan disarankan menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar.

• Blog karya Anda yang akan dinilai oleh Dewan Juri adalah yang tayang sebelum 1 Oktober 2007.

• Keputusan Dewan Juri tak dapat diganggu gugat.


Jadwal Pelaksanaan FJB 2007

Bandung:
Sabtu, 3 Maret 2007 di Lapangan Gasibu, digelar mulai pukul 11.00 WIB hingga 22.00 WIB.

Surabaya:
Sabtu, 5 Mei 2007 di Lapangan Jalan Basuki Rahmad (seberang Tunjungan Plaza), digelar mulai pukul 11.00 WIB hingga 22.00 WIB.

Jakarta:
Jumat & Sabtu, 29 Juni – 30 Juni 2007. Berlokasi di Plaza Selatan Gelora Bung Karno (samping Golf Driving Range Senayan/seberang Hotel Atlet Century), digelar mulai pukul 11.00 WIB hingga 23.00 WIB (khusus hari Jumat dibuka mulai pukul 16.00 WIB).

Medan:
Sabtu & Minggu, 1 – 2 September 2007 di Lapangan Benteng, digelar mulai pukul 11.00 WIB hingga 22.00 WIB


Hadiah

Hadiah untuk para pemenang lomba adalah sebagai berikut:

Juara 1 – Uang senilai Rp 10,000,000
+ Merchandise Kecap Bango + Award

Juara 2 - Uang senilai Rp 7,500,000
+ Merchandise Kecap Bango + Award

Juara 3 - Uang senilai Rp 5,000,000
+ Merchandise Kecap Bango + Award

Syarat keikutsertaan dalam "Bango Bloggers Contest"

- Kirimkan karya Anda yang sudah tayang di blog (bukan fotokopi), internet link (URL address), plus data peserta lomba (nama, nomor telepon/HP, e-mail dan alamat lengkap) atau lampirkan kartu nama serta foto copy KTP, tujukan ke:

Linda Riana
BW Communications
Taman Rasuna Tower 7/L 4c
Jl. H.R. Rasuna Said,
Kuningan - Jakarta 12980

E-mail: linda@bwcomms.com, linda_riana06@yahoo.com

Pengiriman paling lambat 1 Oktober 2007 (cap pos).

Pengumuman pemenang

Pengumuman pemenang lomba akan dilaksanakan pada pertengahan Januari 2008 di Jakarta.

Saran:

- Bagi rekan-rekan blogger yang berminat mengikuti lomba ini kami sarankan untuk bergabung di milis Komunitas Bango Mania dengan URL address:

http://www.yahoogroups.com/group/bango-mania

Atau kirimkan email kosong, tujukan ke:

bango-mania-subscribe@yahoogroups.com

- Memajang blog Komunitas Bango Mania sebagai link dengan URL address:

http://kecap-bango.blogspot.com
sebagai pranala luar (link) pada blog milik Anda.

Kami sarankan kepada Anda untuk mengunduh (download) widget di Technorati (www.technorati.com).

Sphere: Related Content

8.7.07

“Steik Buntut” Sekar Kedhaton di Yogyakarta

Bahan Dasar:

Buntut daging sapi 250 grm
Kentang, wortel, kembang kol, jagung muda
Kacang Polong
Daun bawang 2 btg
Bawang bombay 1 bh
Saos tomat 1 sdm
Kecap Bango secukupnya

Bahan bumbu:

Garam ½ sdt
Merica ½ sdt
Biji pala ½ sdt
Penyedap rasa (sapi) 1 sdt
Bumbu kuning
Bawang putih 2 siung
Kayu manis 2 btg
Kemiri 2 bh
Bawang merah 2 siung
Kunyit 2 jari
Goulast saos secukupnya

Cara membuat:

- Rebus buntut sapi beserta bawang putih, daun salam, lengkuas, daun jeruk, bawang merah, serai, bawang bombay (secukupnya), terakhir daun seledri dan wortel.
- Proses perebusan memerlukan waktu 7 jam sehingga cairan jussi dari daging akan turun sehingga warna kuah menjadi coklat
- Masukkan garam secukupnya,lada,palawija,penyedap rasa sapi, dan terakhir bumbu kuning
- Setelah 7 jam dan bumbu sudah meresap tiriskan daging rebusan lalu siapkan panggangan.
- Panggang daging dalam api kecil sambil diolesi minyak dan kecap BANGO,sambil kita memanggang siapkan pelengkap sayuran dan bumbunya
- Panaskan mentega lalu masukan semua sayuran pelengkap (bawang Bombay, wortel, jagung muda, kembang kol,dan kacang polong) tumis sampai harum, pakai kuah rebusan daging untuk melayukan sayuran-sayuran tambahkan garam, lada, penyedap rasa sapi, palawija secukupnya lalu angkat.
- Setelah steak daging kering sajikan bersama garnis yang sudah diolah diatas berserta greffi/saos yang sudah jadi.
- Sajikan dalam keadaan hangat..

Sphere: Related Content

“Tongseng Kambing” Omah Dhuwur di Yogyakarta

Bahan Dasar:

- Daging kambing muda tanpa lemak
- Sayur-sayuran (brokoli, wortel, kembang kol)
- Nasi yang dibungkus daun jati

Bahan bumbu:

Bawang merah 5 siung
Bawang putih 3 siung
Kemiri 2 buah
Kunyit 1 jari
Kecap Bango 1 sdm
Daun jeruk 1 lembar
Sereh 1 batang
Jahe 1 buah
Garam

Bahan lainnya:

Minyak untuk menumis
Air 150cc
Emping

Cara membuat:

- Bahan bumbu dihaluskan lalu ditumis, masukkan daun jeruk, sereh dan jahe
- Masukkan daging kambing muda yang telah dipotong kecil-kecil tambahkan Kecap Bango dan air aduk rata masak hingga matang.
- Masakan siap dihidangkan dengan nasi bungkus daun jati dan sayur-sayuran & emping.

Sphere: Related Content

“Udang Bakar Madu” Sendang K Pitoe di Yogyakarta

Bahan Dasar:

Udang galah

Bahan bumbu:

Kecap Bango 4 sdm
Madu 8 sdm
Garam 1 sdt
Merica 1 sdt
Jeruk nipis 3 bh
Mentega secukupnya
Bawang putih 3 siung
Angciu (sari tape ketan) secukupnya

Bahan lainnya:

Air untuk merendam

Cara membuat:

- Udang dibersihkan dan dibelah punggungnya
- Kemudian rendam dalam air yang telah dilarutkan dengan garam dan jeruk nipis
- Oleskan dengan garam setelah itu bakar setengah matang
- Tumis bawang putih dengan mentega kemudian tambahkan angciu, merica dan kecap Bango aduk sampai rata angkat tambahkan jeruk nipis.
- Lalu olesi lagi udang yang sudah dibakar setengah matang dengan bumbu kecap
- Bakar lagi setelah itu olesi dengan madu yang sudah dicampur dengan merica kemudian dibakar hingga matang
- Masakan siap dihidangkan

Sphere: Related Content

Gudeg



Masakan Gudeg yang berasal dari wilayah bekas Mataram (Yogya, Solo, Klaten, Magelang)
amat digemari oleh anggota baru Bango Mania bernama Hartono Budisetio. Ia juga mengaku menyukai berbagai jajanan tradisional khas Indonesia. Walau begitu, bisnis yang dilakoninya saat ini sama sekali tak berbau Indonesia: Grilled Sandwich!

_________________________________________

Gudeg menurut Wikipedia

Gudeg (bahasa Jawa gudheg) adalah makanan khas Yogyakarta dan Jawa Tengah yang terbuat dari nangka muda yang dimasak dengan santan dan dibumbui dengan kluwek. Warna coklat biasanya dihasilkan oleh daun jati yang dimasak bersamaan. Gudeg dimakan dengan nasi dan disajikan dengan kuah santan kental (areh), ayam kampung, telur, tahu dan sambal goreng krecek.

Ada berbagai varian gudeg, antara lain:

. Gudeg Kering, yaitu gudeg yang disajikan dengan areh kental, jauh lebih kental daripada santan pada masakan Padang.
. Gudeg Basah, yaitu gudeg yang disajikan dengan areh encer.
. Gudeg Solo, yaitu gudeg yang arehnya berwarna putih.

Anekdot

Ada sebuah cerita yang beredar di masyarakat yang mengisukan bahwa warna coklat pada gudeg dihasilkan dari darah ayam yang ditambahkan pada masakan. Mitos ini tidak benar, karena warna coklat dihasilkan dari daun jati.

Diperoleh dari http://id.wikipedia.org/wiki/Gudeg

_________________________________________

Resep bikin Gudeg tampilan sederhana:
Bahan:

1½ kg nangka muda
1 sdm asam jawa
2 sdm gula jawa
6 lembar daun salam
4 gelas santan
Garam secukupnya
minyak goreng secukupnya

Bumbu yang dihaluskan:

8 butir bawang merah
4 siung bawang putih
½ sdt ketumbar, disangrai
½ sdt jintan, disangrai
10 butir kemiri

Cara Membuat:

- Nangka muda diiris ukuran 4 cm lalu direbus dengan air secukupnya sampai matang, angkat dan tiriskan.
- Larutkan asam jawa dan gula merah dengan sedikit air.
- Panaskan minyak goreng, tumis bumbu yang sudah dihaluskan bersama daun salam, air gula merah dan air asam jawa.
- Setelah harum, masukkan nangkanya, aduk rata, tambahkan garam secukupnya.
- Terakhir, tuang santannya kemudian masak sampai mendidih dan santan agak mengental dan berminyak.

Untuk 5-6 orang.

___________________________________

Dimana tempat makan Gudeg di Jakarta?

Gudeg Bu Endang
Jl. Pengadegan (dekat kampus LIA dan Studio ANTV)
Jakarta Selatan
catatan: ayam gorengnya nendang banget....

Gudeg Terminal Manggarai
Depan Terminal Manggarai
seberang Pasaraya Manggarai

Gudeg Adem Ayem
Jl. Percetakan Negara Raya, Jakarta Pusat
(dekat Rutan Salemba)

Gudeg Batu Tulis
Jl. Boulevard Raya Kelapa Gading
Jakarta Utara

Gudeg Bu Darmo
dekat Bank Danamon Matraman, Jakarta Timur

Gudeg Bu Pomo
dekat Lapangan Kebon Pala-Pasar Mester Jatinegara
(seberang Polsek Pasar Mester) Jakarta Timur

Gudeg Bu Sri
pertigaan Meruya (seberang Polsek)

Gudeg Ibu Ida
Tebet Barat Pasar PSPT, Jaksel
deket tangga masuk

Gudeg Jum´atan
Jl. Perwira, depan Mesjid Istiqlal
eberang Kantor PT PERTAMINA, Jakarta

Gudeg Pak Atmo
Jalan Gandaria I - Jakarta Selatan

Gudeg Pejompongan
Jl Bendungan Hilir Raya
Sekitar Rumah Sakit AL Mintohardjo

Gudeg YATI
Jl Ciputat Raya Belakang AIDA FOTO
seberang kampus IAIN CIPUTAT

Gudeg Bu Hardjo
Pasar Cikini
Jl. Cikini Raya, Jakarta Pusat

PAWON BU LIES
Kemang Pratama I Jalan Duta 1 Blok CC no 1
Bekasi 17116, Indonesia

Sphere: Related Content

Bakso Kuah


foto: nuri abidin

Bakso? So pasti jajanan ini menjadi santapan favorit para Bango Mania dimana saja berada. Pasalnya, gelindingan daging campur tepung terigu ini relatif mudah ditemui dan harganya juga terjangkau, alias murah meriah. Sambil duduk di teras rumah pun, kadang lewat beberapa tukang bakso keliling yang menjadi langganan kita semua.

Nah, Bakso Kuah adalah jajanan kegemaran Rila Herdhianti, anggota baru Bango Mania. Karyawati Maxidrill yang mukim di Tangerang ini tergila-gila sama daging bulat yang diguyur kuah panas tersebut.

Di web ayojajan.com ada juga lho Bakso Bango. Menurut Nova, lokasinya di Jl. Bango Raya (perempatan Bango) Perum 1, Jakarta. Yang dijual Bakso Urat dan halal. Ia bilang, Bakso Bango adalah bakso terenak yang pernah ia coba. Kuahnya gurih, baksonya bener-bener full daging, bukan tepung, dan sambelnya pedes banget! Semoga Bakso Bango juga pakai Kecap Bango ya Mbak, bukan merk lain....

Selain Bakso Kuah, Rila juga menggilai Mie Ayam dan Mpek-Mpek. Ia mengaku bisa makan dimana saja, selain kaki lima dan warung, sekali-sekala ia juga menikmati bersantap di restoran.

Anda juga penggila Bakso, atau sekadar pengamat perbaksoan? Silakan posting ke milis Bango-Mania..........

___________________________________

Aneka Ragam Bakso

. Bakso Sapi Kuah
. Bakso Goreng
. Bakso Bakar
. Bakso Urat
. Bakso Isi Telur Ayam
. Bakso Isi Telur Puyuh
. Bakso Tenggiri
. Bakso Ayam
. Bakso Babi
. Bakso Malang
. Bakso Ceker Ayam

___________________________________


Mesin Pembuat Bakso

Selain bisa dibikin ala rumahan di dapur, Bakso juga bisa dibuat dengan mesin secara massal, khususnya apabila Anda ingin berbisnis Bakso.


mesin pencetak bakso



mesin pengemas bakso dan makanan segar lainnya

Klik: www.mesinbakso.com

Sphere: Related Content

7.7.07

Jajanan Pasar



Jajanan Pasar adalah cemilan kegemaran anggota baru Bango Mania bernama Roui Almira. Gadis Yogya yang kini mukim di Bali ini begitu tergila-gila dengan beraneka ragam kue-kue tradisional yang khas warisan nenek moyang kita. Di tiap daerah, menurut Roui, punya jajanan pasar yang berbeda rasa dan tampilan.

_____________________________________________________

Jajanan Pasar di angkasa

From: Hardi Baktiantoro
E-mail: orangutan@indosat.net.id


Mandala Air mencuri hatiku, dengan jajanan pasar: onde - onde dan lemper!
Aku tanya penumpang di sebelahku: " Anda suka makanannya?"

Tentu saja jawabannya, "YA!"

Lain kali saya akan naik Mandala Air lagi untuk mencoba jajanan pasar lainnya.
Jajanan pasar, musik tradisional yang sayup - sayup atau desain pakaian pramugari yang Indonesia banget....dst ....dst, tentu akan membuat para pengunjung Indonesia akan terkesan dan mungkin saja berjanji untuk datang lagi lain waktu.

Sungguh, hal - hal kecil seperti ini dan tentu saja praktis, mungkin bisa ditempuh oleh maskapai penerbangan untuk mendorong dunia pariwisata di Indonesia. Ini jauh lebih cerdas daripada bikin seminar atau studi banding.

Sphere: Related Content

Makanan "setan"

Oleh beruang pooh

E-mail: siucit@yahoo.com
Sebutan "setan" tak hanya berlaku di dunia dhedemit yang mengusung per-iblis-an dan "keluarganya" . Sepanjang berkesempatan mengunjungi setiap daerah dan menyempatkan icip sana icip sini buat memenuhi kebutuhan naluri alami akan makan memakan ini, saya nemuin istilah "setan" sedemikian banyaknya hingga menarik buat di jadi'in bahan bengong.

Dengan makna yang cukup beragam, makanan dengan nama "setan" akhirnya ketemu juga dikategori kudapan, namanya Comro setan di Karawang, Jawa Barat. Sebutan setan di sini untuk menggambarkan betapa pueedesnya kudapan yang identik dengan oncom di bagian dalamnya. Tentu saja campuran cabai rawit merah yang dominan dalam olahan oseng oncom, kemangi, dan aneka rempah ini bisa bikin rasa pedas saat combro di gigit. Terutama, kalau gigitan langsung mencapai "puncak" combro alias isinya ikut kemakan...
"S***N ! puedes banget...... ," reflek beberapa pembeli yang ga percaya sama pedesnya ni comro, atau yang coba2 uji nyali dan ngrasa ga ada deh yang bisa bikin gue kepedesan... "

Tak lama sejak itu, nama "comro setan" langsung mencuat sebagai comro paling pedes di dunia per-comro-an.

Di deretan makanan bermakna "setan" seperti si comro ini, tak mau kalah ada oseng mercon Bu Narti di Yogyakarta yang dulunya juga bernama "oseng setan", karena tingkat pedasnya bikin keringet bukan keluar di dahi saja tapi mulai dari belakang kepala (tengkuk) sampai belakang telinga...tak percaya????silakan coba!!! Penetralnya buat yang ingin tetap menikmati oseng yang dibuat dari irisan daging jenis sandung lamur dengan cabai rawit merah ini adalah siraman kecap Bango di atas daging sebelum di gagragk habis bersama nasi hangat. (dia bener-bener pake bango loh...) Sekedar informasi, untuk 1 malam berjualan Bu Narti menghabiskan sekitar 40 kilogram daging sandung lamur dengan perbandingan 10 kilogram cabai rawit merah yang gendut, segar (baca : tua) dan merekah....hiyyy. ...emang bikin kesetanan deh kl kepedesan makan ni oseng!

Berbeda dengan nama rawon setan di Surabaya. Nama ini diberikan salah seorang wartawan yang meliput pertama kali tempat rawon paling terkenal di Surabaya ini, sebagai rawon yang dijual mulai malam hari. Asumsinya, malam itu waktu setan-setan berkeliaran. ...dan karena beroperasi mulai pukul 23.00 inilah, akhirnya rawon setan jadi nama yang pas buat menggambarkan "jam malam" si rawon. Soal tingkat kepedasan??? Ugh...jauh dari huu-haaah... malahan asin bercampur gurih saja, meski bersama semangkuk rawon disajikan terpisah tauge dan sambal terasi...(yang ga terlalu pedas buat ukuran saya!)

Di depan polsek Kuta, Bali, yang punya tingkat kepedasan extra adalah nasi Jenggo. Meski banyak penjualnya, ni tukang nasi cukup populer karena selain paling laris (enak) juga karena bukanya malam. Jadi kalau mau pake kategori makna "setan" si rawong Setan Sby dan makna "setan" karena pedasnya kaya si oseng Bu Narti Yogya, Nasi jenggo ini memenuhi syarat kedua-duanya. BUkanya malem jam 22.00an, dan pedesnya bikin lidah kebakar. Mulai dari kulit ayam gopreng renyah bumbu cabe rawitnya, tahu kuah yang pedesnya edun, sampe oseng usus ayam yang juga edun osengan cabenya....

Perkedel "Bondon" di terminal angkot Bandung dan Ceu'Mar di jalan Bandung yang laris bgt sama nasi gulenya juga termasuk makanan "setan" karena bukanya malam hari. Buat makan perkedel ini kita musti nunggu jam 12.00 malam plus pake ngantri sama anak-anak gaul bandung yang baru pulang dugem. Itu dulu. Tapi sekarang, mulai dari turis lokal sampe warga asli bandung, pasti datang k esini kalau malam buat nikmatin ni perkedel. Kelebihannya? perkedelnya dibuat dari kentang dan hanya dilapisi putih telur. Rasanya gurih dengan aroma merica yang terasa. Enak dan resmi dijadikan camilan sejak namanya mencuat sebagai the best perkedel in town. Kalau menurut pemiliknya, alasan dia bukan malam-malam karena tak lain dan tak bukan ingin menjuala makanan bagi pekerja yang bubar malam hari. Kebanyakan pembeli lama-lama ngasih nama Bondon (=pelacur) karena bukanya malam...padahal yang beli???dari artis sampe pejabat!

kembali ke Yogyakarta, ada gudeg Pawon yang baru bukan 23.30 malam dan pasti ludes jam 1 dini hari, gudegnya jenis gudeg "segar", ga item dan ga terlalu manis, makanya cukup disukain pelanggannya yg dah biasa dateng ke sini, soalnya kl "keluarga wijilan" gudegnya kan muaniss bgt...biasanya org dari muntilan san sekitar jogja bela2in tuh mampir ke sini buat makan ni gudeg..., sajiannya mulai dr kerecek, plus cabai rawitnya geruntulan di atas nasi masih seger gt pokoknya mantab kl saya bilang....cocok lah buat lidah org umum yg ga cocok makan gudeg manis....ngantrinya ?edun lah...kaya mau nontot konser di JHCC...(berlebihan gak?)tp swear....kaya gt situasinya, cuman ga semrawut, krn dah jadi kesepakatan ga langsung, kl disana tuh ngantri kudu tertib...uniknya, di sini ga dijual minuman, dan beberapa anak muda daerah situ nalar aja jual jus dll disebelahnya. ...lokasi: jalan yanduran (masuk lewat Kusumanegara)

Di purwokerto, ada penjual nasi rames campur2 dideretan cafe alun-alun pwt, jualan baru bukan mulai jam 23an...yang jual ibu2 lesehan gt gak pake tenda tapi "atapnya" pake "lobi" toko yg udah tutup gt. Menunya, nasi dan ayam opor, trus pake oseng2 tempe, ada juga opor telur, sambal dan so pasti tempe mendoan....

Di Rembang, ada nasi uduk cabe ijo, bukanya juga tengah malem sekitar jam 00.00, makanya disebut: "nasi uduk tengah malam", awalnya ni nasi uduk ditujukan buat org2 yang habis melaut nyari ikan, lama-lama... mlah jadi beken buat tempat gagrak makanan kl tengah malam laper....(pas lah buat late supper....hehehe) ..., lokasinya daerah Waru arah pasar penthungan. Sajiannya nasi uduk, plus tempe oseng cabe ijo dan serundeng kelapa yg sebetulnya lebih mirip bumbu urap. Tau gak jualaannya ini di halaman rumah si penjualnya dan ruamekkkkkk bgt padahal agak jauh juga lokasinya. Lauknya ada sate sapi yang disiram kuah santan, dan aneka gorengan.... uniknya ni ibu penjualnya selalu naruh sajian uduk dan keluarganya di sisi piring....ga balance gt, katanya biar kalo mau nambah lauk bisa ada tempatnya di piring tersebut...hehehhe

Kalau Mbah Jingkrak (baik yang di Semarang maupun Bulungan), kalau menurut pemiliknya , dinamakan demikian agar kalau habis menikmati makanan enak kita bisa senang hati dan diwakili dengan jejingkrakan. ..
Menurut saya tentu bedaaaa....sambal iblis (ini temennya "setan kan" namanya aja iblis...dah pasti pedesnya bisa bikin kita kaya kesetanan) yang jadi andalannya dah bikin saya yakin orang akan jejingkrakan karena kepedesan, belum lagi kalo gasak piti rambut setannya yang identik dengan irisan cabe rawit merah merekah....sampe sayur tempe santannya... duh emak......isinya juga irisan rawit.....buat yang doyan pedes jelas deretan menu di sini bikin jejingkrakan karena happy, buat saya yang standarnya masih suka "pedas yang sedang-sedang saja", selalu jejingkrakan baik lidah yang memerah, badan pingin loncat-loncat sampe emosi pengen tereak-tereak karena kepedesan... .(sialnya selalu mampir tiap lewat Bulungan lg karena ketagihan).. ..hehe

Di semarang, ada nasi ayam yang dulunya bukan jam 20.00an sekarang kl ga salah dah jam 23 an, letaknya di depan plaza simpang lima semarang. Soal nasi ayam semarang smua org pasti dah tau deh kayanya....Soal "setan", jelas karena bukanya malam, pedes sih engga terlalu (ada sambal terpisahnya) !

Selain makanan berat, di Purwokerto ada lo pedagang roti yg baru keluar dari gerobaknya malam hari, roti2 bikinan roti GO, yg kalau ga abis dr pagi sampe malam toko tutup, malem dijual di gerobak sepeda yang ditaruh di depan pintu toko yang dah tutup itu. Toko Roti Go ini kelasnya sama ama Toko roti Delicious (Bogor), Tan Ek Tjoan (jkt), Sari Rasa (bdg), Sidodadi (bdg) dkk. Yang masih pake oven batu gt bikinnya.... ..

Soal maksud dan tujuan...

Sangat beragam buat mereka2 ini kenapa sih jualnya malem2.....ada yang memang tadinya jualan buat para pekerja malam yang dulunya bubaran emang tengah malam (kaya perkedel bondon dan rawon setan), ada juga yang pengen jualan gudeg ga' pake saingan (kaya Gudeg pawon), ato ada kebutuhan lain buat si penjual uduk di Rembang krn ngeliat lokasinya deket pelabuhan (laut) dan banyak pekerja yg dulunya turun dari kapal dan kelaperan trus mereka milih jualan makanan buat org2 ini....kl roti Go, kata pemiliknya sih drpd tu roti dijual besok pagi atau diinepin, mending dia jual hari yg sama dan tetep laku tuh....pokoknya kudu abis terjual....


akhirnya....

Makna "setan" sendiri bukan cuman urusan dijual tengah malam yg konon identik dengan setan berkeliaran. ..hehehe. Soal makanan, "setan" pun unjuk gigi di soal rasa dan berkaitan erat dengan gairah pembeli....( plus tentu saja jam tayang alias waktu buka).
Kalau soal tingkat kepedasan, yang menarik karena sambal sebetulnya dalam komposisi menu makanan menempati "jabatan" sebagai additional alias pelengkap, namun fungsinya kini melebihi fungsi lauk utama. Buktinya? acara makan bisa ga' seru dan berkesan kalau ga pake sambal. Malah bikin ga napsu ! Meski dibuat sampai tingkat yang bikin kita....."kesetanan ...."


Senantiasa,

Shanty
"yanglagikepengenma kanpitirambutset annyambahJingkra k"

Sphere: Related Content

Festival Jajanan Bango di blog kondombocor @ multiply

Habis dari JCC minggu lalu...
Naek delman ke Festival Bango...
Lumayan ketemu nasi goreng merah makassar ...kalau yang di gading biasanya pake B2...berhubung kolesterol ya udah yang 'biasa' aja hehehe....
Nyari Rawon nguling abis total...
Es goyang? kalah ama ibu-ibu rebutannya...
Bini nemu juga Soto Udang Medannya...
Lumayan menambah 'wawasan nusantara' ....ngobatin kangen ama makanan khas daerah...icip2 dikit...sayang banyak yang keburu abis....padahal lumayan siang...jam 2an...

Om Kondre




Soto Udang Medan...




penuh rekkk...




kipass truss bang!!!




ayuk mang!




nasgor merah...slurpt!
1 Comment




menunggu...




nyusu aja dulu las...




sang kuliner?




rawon nguling....telass re'!




antri mas..




hayo cari yang masi ada....




hmm...




family day?




loghh olas toh itu...




aa' teteh' samua bakumpul..




nagobing....




saminnya itu logh...




kipas ya bang...




pejompongan punya...




hmm....mana es goyang..




egh es puter..




ini dia las....es goyang!




sisi kiri yg ngumpet....




ngumpet di ujung...




enak las?




begitulah..




aku mau lagi es goyangnya...!




no way olas...soto aja gih!




udah sore.....




bang yos?




malam baru ada band...




panggung band...
mumsmile wrote on Jul 8, '07
Baru pertama kali denger nasgor merah. Biasa juga nasgor pucat (ala hongkong gitu) Merah2 pake pewarna ya?
kondombocor wrote on Jul 8, '07
merah pake tomat ga pake kecap kali...tapi endang bambang gitu...apalagi kalo pake panggang merah ..hehehe
s3xystrawberry wrote on Jul 9, '07, edited on Jul 9, '07
lebih baik dari jajanan bango taon lalu yang gatot-kah?
mumsmile wrote on Jul 9, '07
Hm..penasaran jadi pengen coba. Kira2 bisa beli dimana Om?
*aneh...jajanan bango, tp nasinya ngga digoreng pake kecap*
hahahaha...
nasgor merah ama es goyang....
nama yg aneh.....
abis makan nasgor merah... kulitnya merah gak???
trus abis minum es goyang...badannya suka goyang2 sndiri gak????
hehehehehehehhehehe
kondombocor wrote on Jul 9, '07
lebih baik dari jajanan bango taon lalu yang gatot-kah?
hmm.....yang taun lalu ga pegi ...abis kata temen ...debu dan tumpah riiuh....mana pake kupon pula....malezz hehehe
kondombocor wrote on Jul 9, '07
Hm..penasaran jadi pengen coba. Kira2 bisa beli dimana Om?
*aneh...jajanan bango, tp nasinya ngga digoreng pake kecap*
kalo ga salah di kelapa gading ada...baji pamai....ada mie ayam ibabnya juga tuh..enaksss...
kondombocor wrote on Jul 9, '07
trus abis minum es goyang...badannya suka goyang2 sndiri gak????
hehehehehehehhehehe
yang bikin es sambil goyang.....kebayang kan keringetan....semua jadi satu hahahaha
s3xystrawberry wrote on Jul 9, '07
...debu dan tumpah riiuh....mana pake kupon pula....
*KORBAN JAJANAN BANGO GATOT TAHUN LALU*
GONDOKNYA BERASA SAMPE DETIK INI.
kondombocor wrote on Jul 9, '07
kenapa yen? makan bandeng asep disana? hahaha
lidiatanod wrote on Jul 9, '07, edited on Jul 9, '07
nasgor merahnya mayan, rupanya ada warung kopinya di Jakarta, gue sempet ngambil kartu namanya, namanya Warung Kopi Pelangi, Makanan Khas Makasar. Jl. Wahid Hasyim no 108, Menteng, Jakpus. Monggo buat yang penasaran.
iya lid....om juga sempet ambil...yg jaga emang lumayan :p hahhaaha

Sphere: Related Content

Pindang Bandeng




Pindang Bandeng adalah makanan kesukaan anggota baru Bango Mania bernama Silvia Galikano yang akrab dipanggil Evi. Wartawati harian Jurnal Nasional ini juga menggemari Sate Padang, khususnya yang mangkal di kampus UKI (Universitas Kristen Indonesia) Jakarta. Entah kenapa, mungkin karena ia bermukim di Bekasi, jadi sekalian jalan pulang, atau mungkin ia pernah kuliah disana.

Apa makanan kesukaan Anda? Ceritakan di milis Bango Mania.

__________________________________________________

Cara membuat Pindang Bandeng:
Bahan:

- 2 ekor ikan bandeng ukuran sedang, potong 3-4 bagian

Bumbu:

- 5 siung bawang putih, iris
- 10 siung bawang merah, iris
- 2 cm kunyit, iris
- 4 cm jahe, iris
- 3 cm lengkuas, iris
- 3 lembar daun salam
- 5 lembar daun jeruk
- 2 batang sereh, keprek
- 2 buah tomat, potong dadu
- 2 sdm gula merah yg disisir
- 3 sdm Kecap Bango
- Garam dan merica bubuk secukupnya
- Air secukupnya

Cara membuat:

1. Letakkan sebagian bumbu: daun salam, daun jeruk, sereh, irisan bawang merah, bawang putih, kunyit, jahe, dan lengkuas di dasar panci, susun ikan bandeng di atasnya. Taburkan sisa bumbu dan tomat, gula merah, kecap, garam serta merica di atasnya. Tambahkan air sampai ikan terendam.

2. Masak ikan di atas api besar, setelah mendidih kecilkan api dan masak ikan sampai airnya susut dan tulangnya lunak. (Bila menggunakan panci biasa kurang lebih 4 jam).

Sphere: Related Content

6.7.07

Nasi Goreng Pelangi khas Makassar

Nasi Goreng Pelangi Khas Makassar




Jumat, 06 Juli 2007 12:32.47 WIB


Pertama kali melihat masakan ini, jujur saja orang pasti heran dengan warna warni yang ada di piring makan. Ada warna merah dari nasi, hijau dari sawi dan kuning dari telor. Persis seperti pelangi yang penuh warna.


Nama masakan ini adalah Nasi Goreng Pelangi. Nasi goreng ini merupakan jenis kuliner khas Makassar yang ikut dijajakan pada Festival Jajanan Bango 2007 di Parkir Selatan Senayan, Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta 29-30 Juni lalu.

Mungkin bagi orang awam yang belum pernah ke Makassar, keunikan kuliner yang satu ini adalah dari warna nasi gorengnya yang merah. Untuk rasa, di jamin beda dengan nasi goreng yang umumnya kita kenal. Super pedas!!!

Mungkin sudah menjadi kebiasaan orang Makassar yang memang penyuka pedas, begitu pun cita rasa masakan ini. Pertama kali mencoba bagi orang yang baru saja mencicipi kuliner khas Makasar pasti terkaget-kaget oleh rasa khas masakan ini. Pedas dan pedas sekali. Itulah kesan pertama yang didapat. Selanjutnya tinggalah keringat yang bercucuran karena nikmatnya masakan dan panasnya suasana akibat rasa pedas yang muncul dari masakan ini.

Menurut Benny Phieter, pemilik warung dengan nama "Kedai Kopi Pelangi", ia menjalankan usaha kuliner ini sudah turun temurun. Ia sendiri mengaku sudah generasi ketiga. Mengaku memiliki hobby masak dan keluarganya juga penyuka makan, maka usahanya membuka tempat makan merupakan "keputusan bersama."

"Ya, saya memang hobby masak, dan keluarga juga semuanya hobbynya makan. Jadi kenapa nggak buka usaha saja seperti warung/kedai makan seperti ini. Karena kita orang Makasar, tentunya kita menjual masakan khas daerah kita yang memang sudah kita kenal." ujarnya menjelaskan.

Jenis kuliner satu ini cara pembuatannya sama saja seperti umumnya nasi goreng yang orang kebanyakan mengenalnya.

"Sama seperti nasi goreng biasa, Cuma mungkin yang membedakan disini adalah kita memakai hati ayam yang sudah digoreng namun diiris kecil-kecil. Lalu ada juga baso ikan, serta bumbu-bumbu seperti rempah-rempah sebagai penyedap rasa. Nasi goreng ini berwarna merah karena kita menggunakan saus tomat. Bumbunya kita tumis-tumis sampe matang. Setelah itu kita masukan nasi dan kita campurkan juga saus tomat supaya membuat nasinya berwarna kemerahan. Untuk menambah selera kita tambahkan juga telur mata sapi." ujarnya menjelaskan cara pembuatan masakan ini.

Dia lalu menjelaskan warna merah pada nasi goreng sebagai khas daerah Makasar. Menurutnya maskan ini biasa disajikan dengan sambel kacang yang encer namun pedas. Pedasnya disini dikarenakan cabe yang di pakai adalah cabe rawit yang diimpor langsung dari suatu desa di Tana Toraja.

"Cabenya kita pakai cabe rawit. (Rasanya)Pedas..pedas sekali, karena cabe rawitnya kita datangkan asli dari Toraja." ujarnya lagi. Dia mengaku menjalankan usahanya sejak tahun 1953. Ditemui di stand-nya yang mungil di arena Festival Jajanan Bango, ia terlihat cukup kewalahan melayani para pembeli yang ingin mencicipi makanan khas Makassar.

Selain berpromosi melalui stand-nya di festival itu, ia juga memiliki sejumlah kedai/warung dibeberapa tempat di Jakarta. Bagi kalian pencinta kuliner terutama masakan khas Makasar, mungkin sekali waktu dapat mengunjungi "Kedai Kopi Pelangi" yang menjual segala macam kuliner khas Makasar seperti mie titi, es pallu butung, nasi goring pelangi, atau pun coto pake buras khas Makasar.

Adapun kedai milik Benny Phieter ini terdapat di Jl. Wahid Hasyim No. 108 Menteng Jakarta Pusat Telp: (021) 31908839.

Sedangkan di Kelapa Gading merupakan cabang usahanya yang kedua, terletak di Buelevard Raya.

Di warung/kedainya itu biasanya nasi goreng pelangi dihargai Rp.20.000,-/ porsi. Banyak selebriti ibu kota yang menjadi langganan dikedainya itu. Benny menyebut nama Siti KDI dan Jusuf Kalla diantaranya.

"Bahkan kita pernah jadi kateringnya Pak Kalla saat open house diwaktu lebaran kemarin." Ujarnya bangga.

Kedainya buka setiap hari dari Senin – Minggu dari jam 13.00 hingga 23.00 malam.

Teks dan Foto : Harry Tanoso

Sphere: Related Content

4.7.07

"Apa pun kumakan" di FJB 2007

FJB 2007: "Apa pun kumakan"

Posted by iks under Taste

Celotehan anak kecil itu terdengar ketika saya baru sampai di lokasi dan bersiap-siap hunting rawon. Si Ibu bertanya, kamu mau makan apa? Langsung si anak dengan bersemangat menjawab, Apa saja ku makan, Bu!

Memang tidak salah! Di sini, apa saja yang disajikan menggiurkan untuk dimakan, dari hanya sekedar icip-icip sampai rela antri panjang untuk mencoba De' Soerabi ataupun Mie Ayam Pak Kumis.

ambience-FJB

Dengan berbekal dua lambung, lambung saya dan adik, kami mulai bergerilya menyalurkan hasrat terpendam. Sajian yang kami makan pertama adalah Rawon Nguling. Dengan antri tidak begitu lama, akhirnya kesampaian juga makan rawon, rawon yang masih hangat memang sangat mengundang selera!

Strategi yang kami terapkan adalah, memesan cukup satu porsi di setiap gerai jajanan. Selain mencegah perut kenyang sebelum puas mencicipi banyak jajanan, juga meminimalisasi waktu yang digunakan untuk makan. Karena satu porsi dimakan bersama, waktu yang digunakan pun menjadi lebih cepat. Dengan lebih cepat berarti bisa mempergunakan waktu selanjutnya untuk antri di gerai lainnya.

makan

Strategi lainnya adalah, tidak memesan jajanan lengkap dengan nasi. Nasi sangat membuat kenyang, dan membuat jajanan terlihat lebih berat. Tidak lupa, sebelum datang ke acara, saya sudah membaca info dari milis, sediakan air minum botol sendiri. Dengan membawa minum sendiri saya bisa berhemat beberapa ribu rupiah :)

Hasilnya adalah kami bisa makan Rawon Nguling, Mpek-mpek @bing, Martabak Kubang, Soto Udang Kesawan Medan, Mie Ayam Pak Kumis, Tahu Sumedang, Es Goyang, dan Sate Ayam. Yang kesemuanya kurang dari seratus ribu rupiah! Sayangnya, saya tidak bisa nyicip Es krim Ragusa, Soerabi Geulis dan Baso bakar :((

jajanan

FJB di Jakarta kali ini diselenggarakan bersamaan dengan festival dan pameran lainnya. Sehingga bisa dibayangkan betapa ramainya Gelora Bung Karno saat itu. Untungnya, saya tidak membawa mobil pribadi, karena dari awal saya datang, yaitu jam setengah 2 siang sampai pukul setengah sebelas malam, antrian kendaraan yang masuk ataupun keluar Senayan benar-benar padat.

Secara tempat, saya kira memang tepat diadakan di Senayan, karena tidak ada tempat yang lebih baik dari itu kan di Jakarta ;) Tapi sayangnya, pemilihan lokasi di dalamnya, seperti kurang pas. Tata tempat dibuat menjadi Letter L, sehingga ada 2 bagian, untuk pintu masuk ke FJB ada di bagian yang sejajar dengan Istora, dan panggung ada di bagian belakang gerbang masuk selatan. Masing-masing bagian, di potong oleh jalan untuk lalu lintas kendaraan keluar.

foto

Untuk gerai jajanan di bagian pertama pas pintu masuk Festival ternyata tampak lebih ramai daripada di bagian kedua. Mungkin dikarenakan banyak orang tidak tahu bahwa ada bagian lain selain di tempat tersebut, karena bila kita ada di bagian satu kurang terlihat bahwa memang ada gerai lainnya di bagian dua. Selain itu, kurang nyaman karena kita mesti nyebrang melewati antrian mobil untuk sampai ke bagian kedua. Bahaya loh! Saking enaknya jalan sambil ngemil jajanan, sampai tidak tengok kanan kiri, bisa-bisa terjadi tabrak lari!

Kembali lagi ke isu kebersihan dan kerapihan. Mungkin karena buanyakk nya manusia, sampai-sampai alat makan bekas pakai berserakan disana-sini dan tidak mampu ditampung lagi. Untung saja, tidak berapa lama setelah saya mengeluhkan hal ini ke teman yang dulu juga mengeluhkan hal yang sama, saya melihat tempat sampah dari kardus-kardus besar yang dialihfungsikan menjadi tempat sampah. Okelah, daripada tidak ada. Tapi di gerai penjaja, memang tidak tersedia tempat sampah yang memadai. Dan ada beberapa penjaja yang menjual jajanan berkuah, tidak melengkapi mejanya dengan terpal atau plastik meja, sehingga saat ada makanan yang tumpah benar-benar mengotori taplak mejanya, sampai tidak keruan.

Untuk gerai jajanan, sebaiknya lebih dihias lagi, supaya lebih menarik, dan suasana tambah semarak. Tidak monoton hanya tenda putih, kita yang datang pun bisa terhibur dengan hiasan-hiasan cantik yang khas.

gerai jajanan

Secara keseluruhan, saya sangat antusias dengan acara ini. Kapan lagi bisa jajan makanan tradisional di satu tempat. Dan saat malam tiba bisa berkumpul bareng teman menikmati Kahitna, Audy, Sate Ayam Bumbu Kecap dan renyahnya Tahu Sumedang di tengah sinaran lampu gedung-gedung Ibukota.

fun

Mudah-mudahan FJB selanjutnya, variasi makanannya bisa lebih banyak. Tidak hanya makanan yang berat seperti soto, sop, nasi gila, martabak, tapi bisa juga mengumpulkan jajanan pasar berupa kue-kue yang sekarang sudah mulai susah dicari. Yah, memang sih, kue kan tidak pakai kecap hehehe…!

Festival Jajanan Bango, memang sebuah pengalaman yang menyenangkan! Tidak terkecuali untuk yang buta kuliner seperti saya :)

4 Juli 2007

http://journey.edyw.com

Sphere: Related Content

3.7.07

Good Food, Good Company

Thea July 3rd, 2007

When you want to find and eat various delicious food in one place, you have to go to Festival Jajanan Bango. Last Saturday Ogi and I went to Festival Jajanan Bango in Pintu 1 Senayan. For you who missed it, you have to wait for the next festival. I’m not really sure, but I guess there were approximately 50 food sellers. I came there at 6 PM and there were many people who had same interest with us, hunting delicious food.

Among the crowd, we started looking for the food. Our first target was sate. We went toward the sate seller where we found a very long queue waiting for the sate. Sure we wouldn’t be trapped in such long queue and then we moved to another target. Sop Buntut Bu Samino, there where we moved on. This Sop Buntut /warung” is very popular, especially among Indonesian athletes as it’s located around Senayan. But the most ultimate factor because it’s delicious. It was my first time tasting Sop Buntut Samino. And so did Ogi. But we were in same opinion that it was so yummy. Delicioso..hmmmm.


30062007179.jpg30062007166.jpg30062007177.jpg


We were full but still on fire to try another food. The next food to try was Bakmi Jawa Cut Mutia. But, we decided buying only a portion of it. Having bought Bakmi, we queued for Tempe Mendoan and Tahu Slawi. Phewwww…just for two tempe and two tahu, Ogi and me had to wait for about one hour. ck..ck…but it was worthy as the food we bought were scrumptious. Hmmm… good food, good company. We were satisfied when we went home, and of course very fullJ. The diet was ruined for a while…


thearizkia.com/?p=61



Sphere: Related Content

2.7.07

Catatan Perjalanan: Festival Jajanan Bango 2007





Hari / Tanggal: Jum'at (29/6/2007) - Minggu (1/7/2007)
Tempat:
Plaza Selatan Senayan Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat

_____________________________________

Sejak beberapa bulan sebelum
Festival Jajanan Bango 2007 ini berlangsung, saya sudah berjanji pada diri saya sendiri untuk nggak melewatkan acara ini untuk kedua kalinya. It's a must, pokoknya! Acara FJB pertama yang diselenggarakan setahun sebelumnya di Lapangan Banteng, Jakarta, terpaksa saya lewatkan secara tidak sengaja karena minimnya informasi. Kelewatan gitu. Walaupun review acara yang saya baca di berbagai mailing list dan blog menyatakan kekecewaan (antara lain karena tidak teratur, antrean yang amat sangat panjang, debu yang bikin mata pedih, dsb.), tapi tetep aja, pokoknya, "Kali ini harus datang!!! Sukses nggak sukses, pokoknya biar nggak jadi penasaran!"

Jadi, berangkatlah saya dan Brutus pada hari Jum'at (29/6), dari rumah sih jam setengah 5 sore. Tapi berhubung jalanan yang amat sangat super duper ultra macet, jadilah kami baru tiba di Senayan jam 7 malam. Dan berkat panduan yang saya baca di mailing list, maka saya menyarankan Brutus untuk memarkir mobil di area parkir hotel Atlet Century. Maksudnya biar nggak kena macet mobil di area Gelora Bung Karno-nya. Jadi tinggal jalan kaki aja, nyeberang jalan. Dan memang keputusan itu tepat, soalnya di area GBK sendiri, mobil malah harus jalan pelan karena macet di dalam.

Dan, berikut ini adalah sedikit catatan perjalanan dan penilaian pribadi saya tentang kunjungan pada malam itu...

PEMILIHAN LOKASI
Jelas saya lebih setuju dengan dipilihnya Plaza Selatan Senayan Gelora Bung Karno ini sebagai lokasi acara FJB jika dibandingkan dengan lokasi sebelumnya, Lapangan Banteng. Karena jelas aja, jaraknya lebih dekat kalau dari rumah saya! Hehehe... Dan area parkir juga jauh lebih luas. Nggak ada complain deh untuk urusan pemilihan lokasi.

VARIASI MAKANAN

Berikut ini yang buka stand di sana (berdasarkan memori otak yang sangat minim aja): Es Krim Ragusa (dari Jl. Veteran), Sop Buntut (Jl. Cut Meutiah), Nasi Gila Gondrong (Menteng), RM Manado Beautika (Jl. Hang Lekir), Nasi Uduk Babe Saman, Nasi Ulam Misjaya, Gabus Pucung / Gurame Pecak Pak Misan, Nasi Goreng Kambing (Jl. Kebon Sirih), RM Ajengan Bali (Jl. Panglima Polim), Ketupat Sayur Murni (dari Kebayoran Lama), Sate Ayam / Sate Kambing / Tongseng (entah dari mana), Soto Betawi (Jl. Pondok Pinang), Ketoprak (Jl. Ciragil), Kerak Telor (entah dari mana), Es Goyang (entah dari mana), Bubur Ase Betawi (entah dari mana), Mbah Jingkrak (Jl. Mahakam), Lo Mie Imam Bonjol (dari Bandung), Soto Ojolali (dari Bandung), Rujak Cingur Sedati (dari Surabaya), Rawon Nguling (Surabaya), Soto Udang Kesawan (dari Medan), Lontong Sayur Medan (ya dari Medan lah!), dan beberapa lainnya yang luput dari ingatan.

HARGA MAKANAN
Yang waktu itu saya cicipi hanya beberapa items saja, yaitu Soto Udang Kesawan (20K), Lontong Sayur Medan dengan lauk telur balado dan daging sapi rendang (20K), 2 porsi Ketupat Sayur Murni dengan lauk ayam, semur kentang dan daging sapi (27K). Nggak mahal, mengingat isinya yang memang banyak dan rasanya yang juara banget.

FASILITAS
Nah, ini nih yang kurang banget! Jadi ceritanya, nggak semua stand menyediakan meja dan kursi untuk tempat makan pengunjung. Mungkin karena memang luasnya yang terbatas, sekitar 3m x 3m. Panitia sebenarnya sudah menyediakan area makan, yaitu beberapa baris meja panjang plus bangku plastik. Tapi jumlahnya kurang banyak. Jadilah banyak yang rebutan tempat duduk. Belum lagi petugas kebersihan yang sangat minim. Bahkan, pada malam itu, nggak satu pun yang terlihat. Jadi di area makan tadi, meja-mejanya malah dipenuhi oleh styrofoam kosong bekas makan orang lain, dan beberapa gelas kotor. Saya terpaksa membawa pulang soto udang-nya karena ribet banget kalau harus makan di sana. Selain stand-nya nggak menyediakan meja dan kursi, soto pesanan saya itu dikemas dalam plastik yang lantas dimasukkan ke dalam styrofoam. Duh, ribet banget pasti kalau mau makan di sana! Tapi lontong sayur Medan dan ketupat sayur murni bisa kami habiskan di tempat karena kebetulan stand-nya menyediakan meja dan kursi (biarpun harus buru-buru ngabisinnya, nggak enak sama ibu-ibu beranak banyak yang waktu itu terlihat 'mengincar' tempat duduk kami... hehehe).
OPINI SAYA & BRUTUS
Well, pengalaman yang lumayan seru. Biarpun saya agak bete karena susah banget nyari minum yang nggak manis (such a Aqua) di area itu, plus orang-orang yang nggak tau tata tertib ngantre. Bisa-bisanya nyerobot orang lagi ngantre (Hey, belum ketemu nyokap gue ya? Lagi nyerobot bisa diseret langsung ke belakang!!!). Yah, gitu deh. But somehow, still, nothing beats Kuta Food Fest, baik dari banyaknya variasi makanan maupun harga.





* maafkan banyak "entah dari mana"-nya yesss. maklum pelupa tea *

Sphere: Related Content

Kesan-kesan Demonoid Luna tentang FJB 2007 di Jakarta

02 July 2007 | Kecap manis | 13 Responses

Halah, sudah ditanyain postingan FJB nya mana hihi ;)) Sesuk ae yo, blum sempet nulis keburu tepar :D

Klo nikahan ada foto pra wedding, ini juga ada pra posting :P

Aku pergi bareng adikku ke Festival Jajanan Bango hari Sabtu kemarin, memang niat mau seru-seruan makan. Sebelumnya sempet ngajak-ngajakin blogger lain buat dateng dengan maksud mensosialisasikan acara ini *berasa panitia* :D

Sebelum berangkat memang sudah dipersiapkan perut kosong, dan membawa air minum sendiri. Namanya juga Festival pastinya harga disana bisa jadi jauh lebih mahal. Dan sudah ancar-ancar nyari Rawon.

Sekitar jam stengah 2, saya sampai dan walah memang ramai sekali. Tidak lupa ngecek pesenan Blogger Surabaya, yang postingan tentang FJB nya dipajang di papan sekitar Tenda Press Media. Jeee..jadi terkenal awakmu ;;)

Langsung hunting Rawon, dan antri tidak begitu lama sudah makan enak. Saking antusiasnya rawon masih panas lansung ditancap, nyamm!

Gak cukup sampai disitu, sama adeku kita mulai ngiter-ngiter. Isi perut lagi pake mpek-mpek. Tidak lupa foto-foto lah, walaupun saya gak jago moto hasil fotonya bener-bener gak penting :((

Di FJB ini, saya ketemu banyak orang. Ada sepupu saya yang lagi sama pacarnya. Ketemu temen-temen kuliah. Ketemu juga sama blogger lain, yang sepertinya tidak begitu enjoy ada di tengah keramaian ;))

Setengah 4, Indah baru sampai. Muter-muter lagi lah kita. Beli Mie ayam Pak Kumis, lanjut lagi Martabak Kubang, Soto udang, dan Sate ayam. Tentu saja gak ketinggalan Es Goyang. Sambil lihat kanan kiri, ternyata banyak juga cowo-cowo berpemandangan indah yang nimbrung di acara itu :))

Puas foto-foto diri sendiri *bukan FJB nya* . Kita duduk depan panggung sambil nonton hiburan yang diisi Kahitna dan Audy. Ya ya ya…Mario, Hedi, memang bening, jadi betah nontonya. Seru-seruan ma Indah, ikutan nyanyi, gak terasa sudah setengah 11 malam.

Waktunya pulaaaang.

Seru abis!

Apalagi jalan sama temen yang gak reseh ngeluh antri panjang dan kepanasan, bisa ketawa ketiwi di tengah ratusan orang.

Dan saya berhasil mempengaruhi w@hyu untuk ikut blogger writing contest haha.

Dah dulu ah. Foto-foto belum diupload dikarenakan tidak sempat dan masih tepar. Secara Hari Minggunya bukannya istirahat tapi malah belanja ke mall bareng ade seharian :P

13 Responses to "Pra Posting FJB"

Boikot kecap BANGO!, Indonesia
02 July 2007 - 11:14AM

kontes dan segala hal yang berhubungan dengan kecap Bango adalah KONYOL!

*masih protes dan tidak terima karena acara terkutuk ini tidak diselenggarakan di Jogja*

X(

Boikot kecap BANGO!, Indonesia
02 July 2007 - 11:16AM

lagi-lagi FJB..

BUBAR!! BUBARR!!!

*nyepam sebagai wujud PROTES*

admin, Indonesia
02 July 2007 - 11:26AM
URL: -

wakakakakak =)) =))

sayangnya makanannya kuraang banyaakk… Masih nyesel ga bisa makan Baso Bakar dan es krim Ragusa :((

Nisa, Indonesia
02 July 2007 - 11:45AM

wah.. sayang neeh.. ayo dunk foto2na dunk… gak lengkap kalau gak pake foto.. hehehehe…

rd Limosin, Indonesia
02 July 2007 - 12:33PM

FJB?? = Festival Jajanan Bango kirain Forum Jual Beli -nya kaskus

fahmi!, Indonesia
02 July 2007 - 12:57PM

hahahaaa tangkap itu zam! provokator :p
gila, rajin memonitor technorati terus nampaknya makhluk itu :)) setiap muncul keyword "festival jajanan bango" pasti langsung disemprot, hahahaaa…

moga2 tahun depan bango terbang ke jogja deh, amin :)

finkz, Indonesia
02 July 2007 - 04:50PM

hweeee. ko ga bawa oleh2 buat saya?? huhuhu

mysyam, Indonesia
02 July 2007 - 05:58PM

:))
Aplud…aplud… photo narsis nya.. :))

Hoho.. kamu bisa tepar juga iks, lha kan perut udah diisi full tank juga..

iFa, Indonesia
02 July 2007 - 07:39PM

haduw,,
eike gak jadi ke sana kemaren tuh. kelamaan kondangan ;))

padahal pengen sekalian ke pameran komputer juga, huhuhu..

manah manah fotonya? ;;)

aVank, Indonesia
02 July 2007 - 07:54PM

FJB banyak komputer murah ya
mau…..

uthie, Australia
02 July 2007 - 08:37PM

iyah, FJB tarada di jogja *sekutu sm zam*

besok iks di jogja diajakin makan2 ke mana yah? :-”

mauuuuuu
Bango Mania, Indonesia
07 July 2007 - 12:49PM

Terima kasih ya sudah berkunjung ke Festival Jajanan Bango 2007. Semoga tahun depan lebih sukses dan lebih nendang!!!!!!!!!!!

Nyam..nyam..nyam

[ew], Indonesia
07 July 2007 - 03:28PM

@bango Mania

semoga tahun depan jogja jgn dilupain kasian ada yang marah-marah ngomong ngga karuan gara-gara FJB ngga diadain di jogja.

Blog:

http://iks.edyw.com/2007/07/02/pra-posting-fjb/

Sphere: Related Content